Pusatkan Pasar di Kawasan Masjid Agung, Lorong Pasar Ramadan Tingkatkan Ekonomi Lokal
(Lorong Pasar Ramadan Tenggarong/pic:tanty)
POSKOTAKALTIMNEWS,KUKAR: Memasuki bulan Ramadan 1446 Hijriah, Pasar Ramadan di
Tenggarong dengan mengusung nama Lorong Pasar Ramadan, pasar ini dipusatkan di
kawasan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS).
Pasar ramadan dikawasan tersebut dibagi menjadi tiga titik, tepatnya di depan Masjid Agung Sultan Sulaiman Tenggarong, jalan Di Panjaitan
(Pinggiran Sungai) dan di depan Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara Ing
Martadipura.
Camat Tenggarong, Sukono,
mengungkapkan bahwa pemusatan satu lokasi ini diambil setelah mempertimbangkan
potensi ekonomi dan evaluasi dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. Dan sebagai
upaya pemerintah guna memfasilitasi para pedagang agar dapat berjualan di satu
lokasi yang lebih strategis
"Alhamdulillah, hari
pertama pada pembukaan Sabtu (01/03/2025) kemarin berjalan sukses. Antusiasme
juga sangat tinggi, mulai dari pedagang maupun pengunjung. Semoga hingga akhir
Ramadan nanti kegiatan ini bisa terus berjalan dengan lancar dan memberikan
dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat," ujar Sukono saat diwawancarai
awak media Senin (03/03/2025) .
Lebih lanjut, Sukono
mengatakan tahun ini merupakan tahun kedua Lorong Pasar Ramadan dipusatkan di
kawasan Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman.
“Berdasarkan data tahun
2024, perputaran ekonomi dari pasar ramadan mencapai angka Rp30 miliar selama
bulan Ramadan.” katanya.
“Dengan semakin luasnya
kawasan pasar dan meningkatnya jumlah pedagang, pemerintah menargetkan
transaksi yang terjadi selama Ramadan 1446 Hijriah bisa mencapai Rp35 hingga
Rp40 miliar.” tambah Sukono.
Camat Tenggarong tersebut
juga menyebutkan di tahun 2025 ini sebanyak 100 tenda telah disiapkan oleh
pemerintah kecamatan Tenggarong untuk diisi oleh para pelaku UMKM.
“Setiap tenda bisa diisi
dua sampai tiga pedagang. Ramadan kita juga melibatkan forum pedagang yang
sebelumnya berjualan di Jalan S Parman dan Panjaitan. Dan Ikatan Remaja Masjid (IRMA) Masjid Agung SAMS
juga turut serta dalam pengelolaan, jadi
ada sekitar 200 pedagang yang terlibat dalam kegiatan ini.” jelasnya .
Sukono juga berharap
dengan semakin berkembangnya Lorong Pasar Ramadan di Tenggarong, masyarakat
dapat terus menikmati suasana Ramadan yang meriah sekaligus membantu
meningkatkan perekonomian lokal.
"Kami berharap
aktivitas ekonomi di pasar ini semakin berkembang, terutama bagi para pedagang.
Dengan demikian, harapan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
dapat terwujud dengan baik.” (adv/tan)